Marbot

“Pegel banget nih. Belom shalat isya’, lagi. Berenti dulu yuk. Tuh keliatan masjid.” Rojali mengelap keringatnya ke sekian kali. Survey lokasi baru untuk syuting kali ini cukup melelahkan. Sutradara mulai bosan dengan lokasi yang itu-itu melulu. Somad menenggak minumannya dari botol air mineralnya sampai habis. “Iya, gue juga ngantuk berat,” katanya. “Dari siang sampai malam hari rasanya gerah. Baru kali ini gue nemu kampung sepi kaya’ gini. Mana gersang, pula,” keluh Usman. “Iya. Laper tingkat dewa, kagak ada warteg. Abis shalat langsung cabut lah,” Rojali menimpali. Rojali memarkir mobil mereka di halaman masjid. AC mobil sudah sejak sore dimatikan, agar hemat bensin. Bunyi jangkrik bersahut-sahutan menyambut mereka. Terlihat seorang kakek berjalan ke arah mereka, dengan baju koko dan sarungnya, ia berjalan terbungkuk. “Assalaamu’alaikum,” katanya. “Wa’alaikumsalaam, Kek. Numpang mandi dan shalat ya,” ujar Rojali. “Silahkan, silahkan. Sudah lama kampung ini gak kedatangan tamu. Silahkan. Saya tinggal dulu.” Kakek itu berlalu. Continue reading

[cerpen] Samar

Abi meminggirkan motornya di bawah jembatan. Sudah hampir tengah malam. Hujan belum juga berhenti sejak sore tadi. Meskipun pakai jas hujan, namun ia memutuskan untuk berhenti sejenak. Hujan terlalu deras untuk ditempuhi. Continue reading

[cerpen] Abi

“Copeeeeeet…” seorang laki-laki berteriak panik di tengah keramaian pasar. Si copet sudah tak nampak batang hidungnya .Tidak ada yang peduli, mungkin sudah biasa dengan peristiwa seperti ini. “Sialan!” serunya sambil terengah-engah.

* * * Continue reading

[cerpen] Ada Rindu Di Semangkok Bakso

“Sebenarnya kenapa sih kamu suka pake kecap segitu banyaknya kalau makan bakso, Dang. Kamu ‘kan sudah manis”, kata Dona yang duduk di depan Dadang, sambil senyum-senyum usil. Malam-malam sehabis hujan begini memang nikmat sekali makan bakso, apalagi buatan Dadang. Dadang mengunyah bakso terakhir sisa dagangannya. Tak tahu harus menjawab apa atas perkataan Dona tadi. Mukanya yang berpeluh, sedikit merona. Dalam hatinya, “Harusnya aku yang bilang begitu ke kamu, Dona. Kamu terlalu manis untuk duduk di bangku reyot ini.”

* * * Continue reading

One or Two Songs

Is it raining. Is it raining
down the hall. their hands
cling. swing.
and the dove. was she destined
of losing her umbrella


.30nov2012

Jack-In-The-Box

: wwb

 

What is jack in the box?

aku tak menyangka kedatanganmu begitu tiba-tiba. sebuah kotak kejutan terjatuh. ada musik kanak-kanak berbunyi dari dalam ketika ia menyentuh tanah.

..you’re my hunny bunch sugarplum pumpy yumpy yumpkin, you’re my sweetie pie..

begitu magis

 

What jack is in the box?

Lagi. seperti kucing, aku penasaran siapa yang bernyanyi sedemikian sampai ke dasar ingatan?

 

What is box without jack?

aku pergi. tersebab dahaga. tersebab hendak. tersebab lelah yang salah. huruf-hurufmu lah sebab aku menjadi pengembara. maka datanglah.

 

 

.sept11

Haiku: A Poet’s Guide (Lee Gurga) – A Resume

Haiku: A Poet’s Guide
Lee Gurga

Nouns and Literal Images

– Convey our experience with nouns, without interpretation (show, don’t tell)
Ex: a boy on a swing → statement: I saw a boy on a swing
– Verbs are not absolutely necessary
– Image in haiku is an intuitive and emotional complex in an instant time
– Like all poetry, haiku seeks an extension of meaning beyond the words, but haiku is also dedicated to immediacy and suggestion.
– Immediacy is conveyed by direct, objective presentation of images, avoiding intellectual commentary. While Suggestion – presenting only part of the story – creates the potential for growth in meaning.
– By presenting the scene without interpretation, the reader become a co-creator / “co-poet” rather than simply as a consumer.
– Example 1
(Peggy Lyles)
First frost..
on a silver card tray
wild persimmons
it shows:
= No interpretation
= No outright comparisons between the two images = No defining of the nouns
= The absence of a verb adds immediacy and openness
= The reader can bridge the gap between the two images (The reader is made to visualized what is not there)

– Example 2
(Joan Martorelli)
New born chicks
scurrying across White Street
interrupt my daydream
= The poet successfully invites us into her consciousness, and, without stating it, artfully suggests the tension.

* * *

Significance and Effect

– Significance is inherent to the moment
+ The way we habitually think about things is not necessarily the way they are
+ avoid replacing reality with wishful or routinized thinking –- because haiku is not a news report

Example:
Summer morning
I wake up and see
The trees outside
= so what??

– Effect is imposed on the work from the outside
+ It should be a tool of the poet, not the point of the poem
+ A poet must learn to distinguish what is effected from what is affected.


.may2012