One or Two Songs

Is it raining. Is it raining
down the hall. their hands
cling. swing.
and the dove. was she destined
of losing her umbrella


.30nov2012

Jack-In-The-Box

: wwb

 

What is jack in the box?

aku tak menyangka kedatanganmu begitu tiba-tiba. sebuah kotak kejutan terjatuh. ada musik kanak-kanak berbunyi dari dalam ketika ia menyentuh tanah.

..you’re my hunny bunch sugarplum pumpy yumpy yumpkin, you’re my sweetie pie..

begitu magis

 

What jack is in the box?

Lagi. seperti kucing, aku penasaran siapa yang bernyanyi sedemikian sampai ke dasar ingatan?

 

What is box without jack?

aku pergi. tersebab dahaga. tersebab hendak. tersebab lelah yang salah. huruf-hurufmu lah sebab aku menjadi pengembara. maka datanglah.

 

 

.sept11

Haiku: A Poet’s Guide (Lee Gurga) – A Resume

Haiku: A Poet’s Guide
Lee Gurga

Nouns and Literal Images

– Convey our experience with nouns, without interpretation (show, don’t tell)
Ex: a boy on a swing → statement: I saw a boy on a swing
– Verbs are not absolutely necessary
– Image in haiku is an intuitive and emotional complex in an instant time
– Like all poetry, haiku seeks an extension of meaning beyond the words, but haiku is also dedicated to immediacy and suggestion.
– Immediacy is conveyed by direct, objective presentation of images, avoiding intellectual commentary. While Suggestion – presenting only part of the story – creates the potential for growth in meaning.
– By presenting the scene without interpretation, the reader become a co-creator / “co-poet” rather than simply as a consumer.
– Example 1
(Peggy Lyles)
First frost..
on a silver card tray
wild persimmons
it shows:
= No interpretation
= No outright comparisons between the two images = No defining of the nouns
= The absence of a verb adds immediacy and openness
= The reader can bridge the gap between the two images (The reader is made to visualized what is not there)

– Example 2
(Joan Martorelli)
New born chicks
scurrying across White Street
interrupt my daydream
= The poet successfully invites us into her consciousness, and, without stating it, artfully suggests the tension.

* * *

Significance and Effect

– Significance is inherent to the moment
+ The way we habitually think about things is not necessarily the way they are
+ avoid replacing reality with wishful or routinized thinking –- because haiku is not a news report

Example:
Summer morning
I wake up and see
The trees outside
= so what??

– Effect is imposed on the work from the outside
+ It should be a tool of the poet, not the point of the poem
+ A poet must learn to distinguish what is effected from what is affected.


.may2012

Lembar

Di paragraf ini
ada yang kehilangan arah
juga sepatu
sebab air menggenang sampai ke rongga dada
tetapi yang ingin kau baca
adalah kursi malas di pinggir
jendela di tepi telaga
berpemandangan gunung dan angsa
dan anak-anak kecil bermain layang-layang

Di bab selanjutnya
ada yang hilang. ada yang
tumpas. ada yang rengat. ada
yang tak teringat.
yang kau lihat, huruf-huruf
merapat berkasih-kasihan
dengan mesra pada bulang
lalu bintang,
apakabarmu, matahari?
mendung di sini tak terasa?

kemudian kau pergi dari buku,
di hari yang terang
benderang, saat yang indah
untuk terbang paralayang
dari perempuan ke perempuan,
padahal
di dalam sedang hujan
lebat menghutan
menghuja sendiri

ada sedikit kau intip
sedikir gerimis sedikit hujan
yang romantis yang membuatmu
terlelap dengan buku yang terbuka di pelukan
mungkin kau berharap agar
tetap hangat hingga terjaga.
betapa manis.

hingga cerita di akhir lembar
kau tak juga bisa menduga
hujan jatuh untuk siapa


.may2012

Maka Kita

satu. adalah janji yang samar adalah sesuatu yang didefinisikan dengan gamang dan malu-malu. dua. adalah bayangan di bawah bulan adalah alasan mengapa harus berhati-hati menjaga jarak. tiga. adalah cahaya di siang hari adalah ketiadaan menjadi ada adalah harap setinggi bintang—yang mestinya terlihat tanpa matahari adalah bukan akhir dan entah di mana sebuah awal karena ketika kembali pada satu, adalah cemas untuk jatuh adalah jantung yang debar adalah sepasang pipi memerah di wajah yang sedikit lelah.


.12Apr12

Setelah Membaca Afrizal Malna

: Inezdikara

Pintu apa pintu siapa
Matahari sibuk mencari suara
Jendela sudah kubakar
Wajahmu pasi
Seperti koran kemarin yang lupa dibaca

Tidak usah kau tanyakan lagi kapan
hujan akan datang, ibu
dia ada di dalam tas punggung yang
kubawa ke mana-mana*
Juga di buku yang menyala-nyala di
akhir pekan

pintu apa pintu siapa
matahari sudah membakar jendela
aku sibuk mencari suara ke dalam
genggaman tanganmu**



note:
[larik dalam tanda bintang (*) diambil dengan modifikasi sesuka penulis]
*Hujan dari Sebuah Dapur
*Rumah Kata, Ibau, mana Ceritamu


.Sept102011

9

Aku akan melepaskanmu. bukubuku yang terbuka itu, At Taubah, di dalamnya tidak ada kau. hanya ingin. hanya angan yang berhamburan. tanpa kau.
Aku akan menulismu, At Taubah, sebanyak bukubuku itu, maka bila kita bertemu nanti, kau mengenaliku



.Aug112011