Tidak. Tidak sebab. Sungguh bukan sebab. Karena—kata ini hilang. Sejak kau pergi dari kepala, lalu hati. Sesekali. Ini seperti padang pasir. Pekik gagak memantul di dinding-dinding batu. Mencari bangkai. Mencari nyawa. Mencari yang pernah hidup di dalam kepala, lalu di hati. Pekik yang dibalas dengan pekik yang sama. Tanya yang sama. Tak berjawab. Karena jawab [...]